It’s February By The Way…

HAPPY NEW YEAR!!!!! (Telat woy telat!)
Already February eh? Waktu berlari tanpa disadari dan sudah ada di bulan kedua tahun 2014 aja. Mari-mari kita tengok lagi apa yang jadi resolusi tahun 2013 yang udah bisa di laksanakan dan yang belum.
Pertama, PPKA. Sepertinya untuk yang satu ini bisa dibilang selesai sudah tanggung jawab yang harus dilakukan, jadi dianggap sukses ya. Kan dapet nilai A juga.
Kedua, undergraduate thesis. Apa yang bisa dikatakan tentang hal ini ya? Sepertinya 2013 sangat tidak bersahabat dengan hal ini. Ganti dosen 2 kali dan sama sekali tidak ada perubahan signifikan. Ini memang pada dasarnya saya yang terlalu malas dan terlalu tenggelam dalam kebingungan diri sendiri. Jadi untuk yang ini belum terlaksana. Ayo move on dan bangun mood yang baik untuk memulai dari awal lagi!
Ketiga, pernikahan kakak. Bisa dibilang ini salah satu project besar dengan tanggung jawab yang harus dipikul seumur hidup. Dari bulan Juni sudah mulai untuk mempersiapkan segala sesuatu termasuk mencari souvenir dan mencicil membeli peralatan. Kalau ditanya, ‘Apakah melelahkan?’ tentu saja melelahkan, tapi saya bahagia kok. Saya bahagia soalnya akhirnya kakak saya menikah dengan pilihannya sendiri. Dan saya yakin dia bahagia dengan pilihannya. Mbak, selamat ya! Last Forever and have a happy life!
Tahun lalu tiga minggu sebelum pernikahan kakak, keluarga kami juga diuji. Nenek dari pihak ibu meninggal. Awalnya kami tidak pernah berpikiran bahwa simbah akan meninggal secepat itu. Memang sih beliau sudah lama sakit dan sekitar setahun terakhir terkena kanker, tapi siapa sih yang tidak merasa kehilangan waktu ditinggal orang terkasih? Apalagi orang tersebut sosok yang sangat baik dan lembut serta tidak pernah mementingkan dirinya sendiri. Tapi apapun itu, kami percaya bahwa Tuhan sangat menyayangi beliau sehingga Dia memanggilnya pulang. Simbah, I love you. May you rest in peace!
Terakhir, minggu lalu registrasi skripsi untuk yang kelima kalinya. Ahahahahahaha, DAEBAK!!! Pokoknya tahun ini kudu kelar ya Rii! Harus itu!! Atau paling tidak dapet gawe lah biar bisa mandiri secara financial. Hahaha
SELAMAT BULAN FEBRUARI!!!

P.S : Bulan lalu kenalan sama yang namanya SHINHWA lewat Shinhwa Broadcast dan akhirnya jatuh cinta sema mereka. Their musics just fit my taste! Finally I have an oppa group!!!! Yeayy!

Iklan

Hey 24!

‘This is my December. This is my time of the year!’

Otanjoubi Omedetou!

Otanjoubi Omedetou!

Tahun ini 13 Desember bertepatan dengan hari Jumat. Hari Jumat keramat, sayangnya bukan Jumat Kliwon. Seperti yang sudah-sudah,kali ini 13 Desember bahkan terasa lebih hambar. No friends, no sisters, just me all alone. Sedih sih, tapi aku bisa apa?
‘Age is just number, being young is forever.’ I do agree with that, tapi bukankah kita harus bersikap sesuai dengan umur agar tidak disangka mengidap mental disorder? Oh well, I become a hypocrite. Seringkali aku mengatakan ‘Hey, grow up! Kita bukan anak kecil lagi, jangan kekanakan gitulah.’ kepada beberapa teman yang terkadang masih bersikap kekanakan, tapi aku sendiri masih saja melakukan apa yang disebut orang hal kekanak-kanakan. Pathethic, Yes I am!
Tahun ini umurku 24. Ketika orang lain yang memasuki umur 24 mulai merencanakan pernikahan atau bahkan sudah menikah, aku masih belum beranjak dari duniaku. Dunia yang berhenti tumbuh secara mental di usia 16 tahun. Immature, childish dan labil secara emosional. Dan konyolnya aku nyaman berada di dunia yang tak pernah maju ini. 2013 berlalu dengan penuh kesia-siaan, akankah 2014 aku masih saja seperti ini?

Oh well, Happy birthday to me. 24th just come once in a life, be happy!

Happy 24th!

Happy 24th!

Sepenggal Cerita #2

‘Adit!’ seru Rena sambil berjalan, setengah berlari, menghampiri lelaki yang sedang duduk ditemani laptopnya di salah satu sudut kafetaria kampus.
Lelaki yang bernama Adit itu kemudian mengalihkan tatapannya sejenak ke arah suara yang memanggilnya. Dia kemudian melambaikan tangan meminta Rena untuk bergegas.
‘Maaf telat. Kamu udah lama ya nunggunya?’ tanya Rena setengah berbisik setelah duduk di hadapan Adit.
‘Enggak kok, aku juga baru nyampe. Aku tau banget kamu tuh punya masalah sama yang namanya On-Time.’ Sahut Adit sembari menyodorkan gelas berisi es teh miliknya yang tentu saja langsung diterima Rena dengan senang hati. Dalam sekejap, es teh yang berada di gelas berpindah lebih dari setengahnya ke dalam perut gadis itu.
‘Gelasnya bocor ya Ren?’ ujar Adit dengan nada menyindir. Rena yang memang sudah kebal dengan sindiran sahabatnya hanya terkekeh. Wajah Rena tiba-tiba berubah serius membuat Adit mengernyitkan dahinya bingung.
‘Kamu kenapa sih? Aneh banget tiba-tiba pasang muka serius begitu.’ Adit menyentil pelan dahi Rena. Gadis itu mengaduh dan mengusap dahinya sambil menggerutu bahwa kebiasaan Adit ini bisa membuatnya semakin bodoh.
‘Ada apaan tiba-tiba ngajakin ketemu?’ tanya Adit setelah menghabiskan sisa es teh di gelasnya sebelum kembali diminum Rena. Semburat merah muda tiba-tiba muncul di wajah Rena, merasa wajahnya panas, gadis itu kemudian menangkupkan kedua telapak tangannya ke pipi. Selama bersahabat dengan gadis itu lebih dari tiga tahun, baru kali ini dilihatnya Rena tersipu dan itu benar-benar membuatnya jadi salah tingkah.
‘Yuda ngajakin aku kencan kemarin.’ Ucap Rena lirih. Mendengar nama Yuda disebut membuat ekspresi wajah Adit berubah kaku.
‘Kencan? Sama Yuda? Serius?’ tanya Adit beruntun. Rena hanya mengangguk tanpa melihat wajah Adit. Gadis itu hanya terus menunduk sambil memegangi pipinya yang masih terasa panas. Adit tahu betul beberapa bulan belakangan Rena memang sedang dekat dengan Yuda, salah satu anggota senat mahasiswa yang berada satu divisi dengannya, tapi dia tidak pernah mengira hubungan mereka akan sampai sejauh ini.
‘Kamu pacaran sama Yuda.’ Kata Adit pelan namun tegas. Ya, itu bukan pertanyaan, melainkan pernyataan dan lagi-lagi hanya ditanggapi dengan anggukan dan wajah tersipu oleh Rena. Hati lelaki itu mencelos, bukan ini yang dia ingin tahu saat ini. Bukan ini yang dia inginkan terjadi saat ini.
‘Eh iya, kamu bilang mau ngasih tau aku sesuatu. Ngasih tau apaan sih?’ tanya Rena yang teringat pembicaraan mereka semalam. Adit langsung kikuk dan tergagap menjawab pertanyaan Rena.
‘Oh itu…itu…lupa ah Ren. Besok kalau udah ingat aku SMS kamu aja.’
Rena mengerucutkan bibirnya kesal dan kemudian beranjak dari kursinya.
‘Udah kan berarti gak jadi cerita? Kalau gitu aku pergi dulu. Yuda udah nungguin di ruang senat. See you…’ ujar Rena sebelum berlalu dan meninggalkan Adit yang masih termangu di tempatnya duduk saat ini.
‘Aku selama ini suka sama kamu Ren, tapi kenapa kamu gak bisa melihatnya?’ ucap Adit lirih dan kemudian tersenyum kecut sebelum akhirnya dia berkemas dan pergi meninggalkan kafetaria.

-Aku selalu ada bersamamu, selalu ada didekatmu, tapi mengapa kamu tidak bisa melihat bahwa aku mencintaimu?-

Sepenggal Cerita #1

Dengan mencintaimu aku belajar ikhlas. Ikhlas menerima kenyataan bahwa pada akhirnya bukan aku yang kamu pilih untuk berdiri di sisimu.

‘Aku akan menikah, Di.’ ucap Yoga pelan sambil menatap Diandra yang masih asik mengaduk kopinya. Sontak gadis itu mengangkat wajahnya dan menatap lelaki yang duduk di hadapannya. Terang saja dia terkejut. Topik ini memang dihindarinya beberapa waktu belakangan.
‘Menikah? Kapan?’ sahut Diandra.
Yoga tak mampu menyembunyikan senyumnya melihat keterkejutan di wajah sahabatnya itu.
‘Bulan depan, tanggal 4. Aku dan Wulan sudah sepakat memilih tanggal itu.’ jawab Yoga. Lelaki itu kemudian menyesap kopinya sementara Diandra masih sibuk mencerna kata demi kata yang baru saja didengarnya.
‘Oo..Oh? Selamat kalau begitu.’ ucap Diandra sambil mengulurkan tangan kanannya. Dipaksanya bibirnya untuk tersenyum sementara hatinya teriris. Oh, ayolah. Siapa yang tidak akan patah hati saat mendengar orang yang diam-diam kamu cintai sekian lama pada akhirnya memilih untuk bersama orang lain?
‘Thank you Di. Kamu memang sahabat terbaik yang pernah aku miliki. Kalau bukan karena kamu, mungkin tidak akan pernah ada pernikahan ini.’ sahut Yoga menyambut uluran tangan Diandra.
Gadis itu masih tersenyum menanggapi semua cerita sahabatnya mengenai persiapan pernikahannya. Dia menikmati setiap menit yang dihabiskannya bersama Yoga meskipun pada akhirnya dia harus memendam rasa sakitnya dalam-dalam.
‘Aku suka melihatmu tersenyum, Ga. Karena dengan melihat senyumanmu, aku merasa bahagia meskipun bukan aku alasanmu untuk tersenyum.’

BABE…

Key - Babe

Author : Blue Rhey
Main Cast : Key, Key’s wife
Length : Ficlet
Genre : Romance
Rating : PG-16
Summary : Kau mencintaiku?
A/N : Otakku sedikit nakal waktu nulis ep-ep abal-abal ini. Ngebayangin muka Key yang jahil dan tatapan matanya yang tajam tapi mempesona itu bikin otak mikir yang ‘iya-iya’. Hehehe… So, here we goes. Enjoy…

Malam itu Key tidak dapat memicingkan matanya barang sekejap. Hatinya gelisah, tubuhnya bergerak ke kanan dan ke kiri. Sementara di sebelahnya terbaring sang istri yang sudah mulai terlelap. Key kemudian membalik tubuhnya menghadap perempuan yang terbaring lelap di sampingnya. Ditelusurinya wajah sang istri dengan perlahan, takut gerakan tangannya akan membangunkannya dari mimpi. Wajah yang mungil, bulu mata yang lentik, alis bulan sabit yang melengkung sempurna, hidung mancung, dan juga bibir mungil dan tipis yang semerah cherry. Key tak pernah bosan, tak akan pernah bosan memandangi wajah istrinya itu. Dengan gerakan perlahan dia selipkan rambut yang terurai menutup wajah isrtinya itu kebelakang telinga.

“You are beautiful as usual babe…” bisik Key lirih sambil membelai pipi istrinya perlahan.

“Sampai kapan kau mau memandangiku seperti itu. Ini sudah larut malam, kau tidurlah.” perempuan itu masih terpejam, tapi dia tahu betul apa yang saat ini sedang dilakukan oleh suaminya. “Aku tahu aku cantik, tapi kan kau masih bisa memandangiku lagi besok pagi, besoknya lagi, dan besoknya lagi dan seterusnya. Sekarang kau istirahatlah, besok pagi kan kau ada jadwal bersama SHINee.” lanjutnya sambil memiringkan badannya menghadap Key dan kemudian membuka matanya perlahan. Inilah yang membuat Key begitu tergila-gila pada istrinya itu. Bulu mata lentik itu akan terlihat sempurna ketika sang pemilik membuka matanya perlahan dan memperlihatkan bola matanya yang indah berwarna cokelat dan teduh.

Jantung Key selalu berdetak kencang ketika melihat wajah istrinya. Ini bukan malam pertama, kedua ataupun malam ke sepuluh. Ini sudah malam ke tiga ratus mereka habiskan bersama, tetapi getaran itu bukannya semakin padam malah semakin kuat dirasakan oleh Key setiap kali melihat wajah istrinya dari jarak sedekat ini. Tidur di ranjang yang sama, di bawah selimut yang sama dengan jarak kurang dari tiga puluh senti. Bagaimanapun juga dia tetap lelaki normal yang jantungnya tetap berdebar dua kali lebih cepat ketika melihat istrinya hanya mengenakan baju tidur tipis yang dengan jelas menggambarkan lekuk tubuhnya yang indah.

“Aku takut jika aku tidur malam ini, besok pagi ketika aku bangun ternyata ini semua hanya mimpi. Aku takut jika nanti aku bangun, kau tidak ada di sampingku.” Bisik Key pelan. Istrinya hanya tersenyum tanpa membalas pernyataan Key. Lelaki itu kemudian menatap mata sang istri dalam. Mata kucingnya berusaha mencari jawaban dari pertanyaanya yang masih dia pendam dalam hati. Sementara itu kini sang istri bingung mengapa suaminya bertingkah aneh malam itu.

“Kau mencintaiku?” Key mengutarakan pertanyaan yang sejak tadi berkecamuk di hatinya.

“Tentu saja. Kalau tidak, untuk apa aku mau menikah denganmu.” Dijawabnya pertanyaan Key singkat.

Key kemudian diam. Dia mengulurkan tangannya membelai pipi perempuan di depannya itu. Dia bertanya sekali lagi,

“Kau sungguh mencintaiku?”

Perempuan itu terlihat sedikit kesal dengan pertanyaan berulang dari suaminya. “Iya, aku mencintaimu. Kau ini kenapa sih?”

“Aku tidak apa-apa. Aku hanya ingin tahu apakah kau sungguh mencintaiku.” Key menjawab pertanyaan istrinya sambil membelai lembut rambutnya. Dia mendengus kesal dan kemudian berbalik dan memunggungi suaminya. Melihat reaksi istrinya, Key lalu merapatkan tubuhnya pada perempuan di depannya itu dan kemudian memeluknya dari belakang. Dia sandarkan dagunya di bahu istrinya. Key kembali bertanya untuk ketiga kalinya.

“Kau sungguh mencintaiku?”

Kekesalan perempuan itu memuncak. Suaminya tahu betul bahwa dia sangat mencintainya, kenapa harus dipertanyakan lagi? Dia berdecak kesal dan membalikkan tubuhnya menghadap Key.

“Iya, aku mencintaimu. Sangat. Kau puas? Sekali lagi kau menanyakan hal ini, akan kutendang kau keluar.” jawabnya ketus dan menatap mata suaminya tajam. Key tersenyum, dia tahu betul apa yang akan diucapkan istrinya itu.

“Kau sebaiknya tidur sekarang. Aku sudah sangat mengantuk untuk meladeni pertanyaan konyolmu yang lain.” Perempuan itu melanjutkan kata-katanya ketika dilihatnya senyum di wajah suaminya berubah menjadi senyuman jahil. Ini pertanda buruk baginya. Senyuman itu mengandung berbagai makna yang sulit ditebak, makanya dia memilih untuk buru-buru memejamkan matanya. Key tertawa pelan nyaris tak terdengar sambil menutup mulutnya dengan salah satu tangannya. Sejurus kemudian tawanya terhenti dan dia memandang istrinya dengan tatapan datar.

Mendengar tidak ada lagi suara mencurigakan dari suaminya, dia kemudian membuka matanya perlahan. Dia terkejut ketika mendapati Key menatapnya tanpa ekspresi. Diapun bertanya, “Ya! Kau kenapa lagi?”

Masih dengan ekspresi yang sama, Key kemudian berujar, “Aku ingin mempunyai anak laki-laki yang wajahnya mirip denganku.”

“Kau… apa maumu sekarang?” dia kembali bertanya. Key mengabaikan pertanyaan istrinya. Sebagai gantinya dia menarik tubuh sang istri mendekat.

Perempuan itu terkejut dengan perubahan tiba-tiba yang terjadi pada suaminya. “Ya! Ya! Ya! Kau mau ap…” belum sempat istrinya menuntaskan kalimatnya, Key sudah membungkam bibir istrinya itu dengan sebuah ciuman yang penuh gairah.

Tamat.

Ganti Harddisk, Kehilangan Inspirasi Menulis dan Jerawat yang Merajalela

Gak pernah terbayangkan hal seperti ini akan terjadi. Selama aku memiliki Zeezee sebagai laptopku, dia selalu baik hati dan ramah. Tak pernah dia menyusahkanku dan yah aku sayang banget sama Zeezee. Sampai hari itu tiba. Akhir bulan April lalu, tepatnya tanggal 19, tiba-tiba dia sakit. Gejala awalnya sih sudah mulai terasa sejak tanggal 16 Desember tahun lalu, tapi untungnya dia beroperasi normal lagi sampai akhir bulan April mungkin dia sudah tidak mampu lagi menahan rasa sakitnya dan kolaps. Kira-kira hari Minggu tanggal 21 April kubawa laptop kesayanganku ke dokter dan malemnya langsung dapet kabar kalau dia harus ganti harddisk. Zeezeeku yang cantik dan nggak pernah rewel itu harus merasakan dinginnya ruang bedah dan berbagai peralatan yang mempreteli tubuhnya. Sebenernya sih nggak masalah kalo udah bikin back up data semua yang ada di harddisk lama, lah ini masalahnya semua film, drama seri, music video dan mp3 serta semua data yang aku punya dari tahun 2011 belum sama sekali di back up. Mati gak tuh hampir sekitar 300GB dataku ilang bersamaan dengan digantinya harddisk dengan yang baru. Sedih sih awalnya, tapi ya udah namanya juga halangan. Sekarang Zeezee udah pake harddisk baru dan semuga kali ini nggak akan bermasalah lagi.
Memikirkan sakitnya Zeezee ternyata juga berpengaruh pada mood menulisku yang sekarang entah kenapa menguap gitu aja. semenjak memasuki bulan Mei belum ada satu judulpun yang terlintas untuk dikembangkan menjadi sebuah tulisan. Ngeselin sih emang, tapi kalau dipaksa di depan laptop lama-lama juga percuma, tetep aja nggak bisa nulis. mungkin saking betenya sampai mempengaruhi hormon juga dan imbasnya sekarang jerawat merajalela di seluruh pipi kanan dan kiri…ouch. Ngeselin.
Dan yang bikin tambah ngeselin lagi ternyata jerawat ini salah satu pencetusnya adalah makanan-makanan kesukaanku. Kacang, makanan olahan susu, makanan manis dan telur. Semuanya aku suka dan nggak mungkin dihindari. Nggak adil banget aku yang mukanya udah pas-pasan masih dikasih jerawat segudang!! Aku mau protes, aku mau marah tapi sama siapa? Ya udah sih akhirnya pasrah aja…dan usaha buat ngilangin jerawat.